Gaza Palestina : Ramadhan Dibalut Duka

 


Oleh: H.B. Abdillah

Ngaglik, Sleman, DIY

Ramadhan tiba, kaum Muslim di seluruh dunia menjalani ibadah puasa bersama sanak saudara, keluarga untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Menyambut bulan mulia dengan semangat, agar aktivitas ibadah terasa bahagia. Namun demikian, berbeda bagi sebagian umat Muslim di sejumlah negeri. Di Gaza Palestina misalnya. Bulan suci Ramadhan ini masih dipenuhi kesedihan dan dibalut duka, yang belum juga kunjung hilang.


Di tengah gencatan senjata, warga Gaza menyambut bulan suci Ramadhan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, keteguhan hati dan iman. Mereka mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan, bahkan terancam penyakit, kelaparan, kekurangan air bersih, dan ancaman kematian.


Setiap detik mereka dihadapkan pada aksi kekerasan, genosida, pembantaian yang semakin brutal, dan membabi-buta. Jelas, apa yang sedang mereka alami, sangat bertolak belakang dengan kaum Muslim di negeri-negeri lain. Yang menyambut Ramadhan dengan gembira, ceria penuh suka cita. Warga di Gaza Palestina masih harus menjalani ibadah dalam kondisi yang penuh dengan kesulitan dan keterbatasan.


Meski Ramadhan kali ini masih dipenuhi air mata di tengah duka yang menganga, warga Gaza berusaha mempertahankan makna Ramadhan dengan penuh khitmat. Meskipun rumah-rumah hancur, rumah sakit, sekolah tinggal puing-puing, bangunan masjid telah roboh namun, semangat mereka tak pernah padam, surut, apalagi runtuh. Ini menunjukkan, bahwa mereka yakin Ramadhan membawa hikmah dalam kebersamaan dan harapan.


Oleh karena itu, sadarilah wahai saudaraku umat Muslim di semua penjuru. Berbagai penderitaan yang dialami kaum Muslim di dunia saat ini, hanya bisa diselesaikan dengan cara Islam. Karena ketika syariah Islam diterapkan, persatuan umat diwujudkan. Sungguh, umat ini punya kekuatan untuk melindungi kaum Muslim dari berbagai ancaman.


Semoga Allah memberi pertolongan bagi kita, dengan perisai kekuasaan yang menegakkan Islam di muka bumi. Yang mewarisi kepemimpinan Rasulullah Muhammad, untuk menghapus duka umat Muslim di seluruh dunia. Aamiin Allahumma Aamiin.


Wallahu a'lam bishawab



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel