Serangan Misionaris “Kedatangan Paus Fransiskus” Gold, Glory, Gospel

 



Penulis: Indriani

(Aktivis Muslimah, Ngaglik, Slemam, DIY)


Mempelajari lemahnya kaum muslimin dari sejarah runtuhnya daulah khilafah 1924, menjadi lahan basah visi misi Eropa untuk lebih menguasai dunia Islam. Ketika gold (harta) telah diraih dengan banyaknya ekspansi dan penjarahan atas nama undang-undang, tentunya glory (kemenangan) akan mudah diraih, visi gospel pun turun melengkapi tujuan utama penjajahan negeri kaum muslimin.


Kunjungan Paus Fransiskus dengan mengemban misi kemanusiaan dan hubungan bilateral, merupakan salah satu upaya dalam usaha Eropa untuk memerangi dunia Islam. Tentunya, untuk program semacam ini mereka telah menyiapkan anggaran yang sangat besar. Strategi semacam ini, telah mereka siapkan ratusan tahun lamanya untuk mempelajari kelemahan-kelemahan kaum muslimin. Mereka bukan saja memasukkan visi kemanusiaan, namun juga lazimnya dan legalisasi pasangan gay, yang bisa jadi akan banyak menginspirasi para pemangku jabatan untuk diterapkan di negeri muslim ini. Pengokohan jaringan pusat seperti masjid istiqlal dan penjajahan pemikiran akan semakin memusat di negeri mayoritas muslim ini. Indonesia telah memberikan lapangan terbuka untuk serangan kafir Barat dan akan banyak misionaris yang tersistem dan terorganisir dengan dalih kemanusiaan terbuka luas melibas negeri yang mayoritas muslim.


Dari fenomena running teks adzan, live acara misa, Indonesia telah mengadopsi seluruh tatanan perundang-undangan Eropa yakni sekulerisme meski ada  nilai minimal dari muslim Indonesia, yang masih beribadah sesuai aturan Islam cakupan dalam masalah ibadah ritual. Namun, dengan kedatangan Paus Fransiskus, akan memberikan gambaran yang sempurna tata sosial dan peribadahan sesuai dengan visi Eropa. 


Gambaran 20 tahun yang lalu, mereka menampilkan berbagai live style plus serangan gospel misionaris lewat film telenovela yang diproduksi oleh gereja-gejera Eropa (Sumber informasi dari Irene Handono/ Mantan Biarawati), muslim akan belajar dan mengadopsi dari tayangan yang muncul ratusan episode dan tayang setiap hari, alhasil di tahun 2000an hampir seluruh sinetron tayang dengan nuansanya liberal seperti telenovela, gaya hidup bebas, zina, rebutan harta dan lain sebagainya. 


Datangnya Paus Fransiskus sebenarnya lebih menghantam pada aspek politik dunia Islam, terlebih kedatangannya diamini oleh presiden bersama ormas Islam yang cukup menyimpang (sesuai pesanan Barat). Dunia Islam saat ini, terus dikendalikan oleh pihak kafir. Mereka juga membungkam sebagian ormas Islam yang tidak lagi bervisi Islam dengan jabatan, cuan, pangkat, dan kedudukan. 

Penyadaran politik harus terus dimasifkan hingga lini bawah mengingat, sudah sangat krusial berbagai lini aspek rusak tak terbendung. Islam harus meraih kembali kemenangan dan kekuasaan, mengganti sistem bejat sekulerisme dan semakin memuluskan para misionaris kafir Barat bak raja yang harus ditakdzimi. Harga diri kaum muslimin, masjid Istiqlal sebagai icon dari mahkotanya muslim Indonesia harus dibersihkan lagi, diinstal ulang hingga kaum muslimin di Indonesia khususnya kembali pada fitrohnya menjadi muslim sejati dan menghantarkan penghambaannya menjadi pengemban risalah Islam. Islam wajib menang dan pasti dimenangkan.


Wallahu’alam bish showab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel