Misi Kunjungan Paus Dan Bahaya Respon Kepemimpinan Sekuler.

 


Oleh : Nety

Rabu, pagi (4/9) di Istana merdeka Presiden Jokowi dodo bertemu dengan paus fransiskus dan dia menyampaikan pidato tentang perdamaian yang berisikan bahwa penguasa yang memaksakan penyerempakan visi sehingga berujung konflik, yang mana disebabkan oleh pihak2 intoleran yang memaksakan visinya ke masyarakat.

Isi pidato tersebut yang intinya adalah perdamaian adalah keadilan dan dengan membangun jembatan, bisa memperkokoh kesepakatan dan sinergi yang menyatukan kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk penderitaan, baik dari segi sosial, ekonomi 

dan moral dengan tujuan untuk memajukan perdamaian dan kerukunan.

Sebanyak 33 Tokoh Muslim Indonesia sambut kedatangan Paus Fransiskus dengan buku"Salam Bagimu Sang Pejiarah Harapan".

Pada tanggal 3-5 September 2024, 33 tokoh muslim Indonesia melincurkan buku"salve, peregrinans spei" yang berarti ,"Salam bagimu bagi sang peziarah harapan", dan buku ini menggambarkan tentang keberagaman dan plurarisme yang hidup di indonesia dan Williem salah satu editor buku ini berharap, bisa mengetahui isu-isu keagamaan yang mendalam dan bisa menjadi komitmen Indonesia terhadap toleransi.

Dicantumkan tentang pemberitaan dan foto hangatnya interaksi Faus dan Imam Istiqlal, yang mana Paus mencium mesra tangan Imam dan mendekap pundak Kepala negara vatikan itu, dan keduanya berjanji akan melawan kekerasan yg diilhami agama dan melindungi lingkungan.

Dan soal "Terowongan Persahabatan" yang menghubungkan kompleks mesjid Istiqlal dengan gereja katedral khatolik dengan tujuan membawa setiap orang melewati terowongan kehidupan dengan mata kita tertuju pada cahaya, yakni suatu agama yg berkontribusi untuk membangun masyarakat terbuka yangg mampu melindungi dari kekakuan, fundamentalisme dan extremisme.

Keduanya dengan pesan persahabatan mendengarkan petikan ayat suci Al-qur'an dan al kitab dan hal itu disorot dalam media Prancis AFP. Paus Fransiskus sendiri, telah melakukan kunjungan ke beberapa negara mayoritas muslim , seperti mendatangi Uni Emirat Arab dengan Imambesar Al Azhar dan mendatangi 3 negara lain di asia tenggara dan pasifik, yakni Papua nugini, Timor leste dan Singapura.

Pada rabu 4 September 2024 kedua pemimpin menekankan perlunya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam memperkuat persatuan dan menyuarakan perdamaian ditengah meningkatnya konflik global. dan lebih dari 714 suku dan 17000 peran vital Pancasila dan semboyan bhineka tunggal ika dalam menjaga kohesi di Indonesia.

Juga Sri paus F. menyatakan kekagumannya bahwa dengan keberagaman Indonesia mampu menjaga dan tidak menjadi pemecah belah, melainkan kekuatan yang menyatukan dan Presiden Jokowi serta Paus F.sepakat bahwa dengan menghormat dan menjaga persatuan adalah sebagai solusi untuk menciptakan perdamaian abadi 

Miris, sistem Kapitalis sekuler menjadikan semua yang dilakukan seolah benar, atas nama toleransi dan keberagaman aqidah umat islam tergadaikan. Adanya perisai atau junnah bagi umat Islam sangatlah dirindukan karena dengan adanya khilafah sebagai junnah, umat Islam terjaga aqidahnya, terlindungi kehormatan dan jiwanya.


Islam agama sempurna dengan mengatur sedemikian teliti dalam bertoleransi. 

Tasaamuh/toleransi bukanlah mencampuraduk keimanan atau keyakinan antar agama. Tasaamuh berarti menghargai eksistensi agama yang dianut orang lain.


Konsep tasaamuḥ yang diajarkan dalam Islam sangat rasional dan praktis. Yaitu dijalankan dengan mengenali, menghargai, dan terbuka dengan perbedaan.

Tidak diragukan lagi, Islam menjunjung tinggi prinsip toleransi selama tidak tercampur dalam perkara iman dan akidah terhadap Allah SWT. Perbedaan dan keberagaman ras, agama, budaya, suku, bahasa, dan warna kulit adalah fitrah umat manusia. Dalam hadistnya Rosulullahb Saw bersabda" tentang toleransi yang dicintai Allah SWT.


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.” (HR Bukhari).


Oleh karena itu pentingnya kita memperjuangkan agar sistem Islam kaffah dapat diterapkan dalam kehidupan, dengan tegaknya sistem Islam yang shohih dibawah naungan Daulah khilafah Islamiyah, akidah umat Islam akan senantiasa terjaga dan umat tidak akan terbebami dengan faham sekularisme.


Wallahu'alam bishawab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel